dalban imzers

Sabtu, 08 Oktober 2011

Alice Cooper Tour: Terror in the Cafe

ALICE COOPER TOUR TERROR – No More Mr Nice Guy
Hari / Tanggal  : Jumat/ 7 Oktober 2011
Band : The Painkillers, AIRS dan Alice Cooper
Liputan / Foto: Antoni DW

Alice Cooper Tour TerrorSebelum kita me-review konser Alice Cooper di EX-Plaza Open Space pada 7 oktober 2011 lalu, sebaiknya kita kenalan dulu dengan tokoh satu ini.

Dilahirkan dengan nama Vincent Damon Furnier di Detroit, Alice dikenal sebagai penulis lagu, Rocker dan juga seorang musisi yang sudah berkiprah lebih dari 4 dekade. Wow! Berapa banyak musisi yang sanggup eksis hingga selama itu? Bisa dihitung dengan jari. Jadi sekarang tahu kan kalau Alice Cooper adalah nama Band yang diadopsi dari nama vokalisnya? Sip kalau begitu. Sekarang, kita masuk keacaranya.

Diundang sebagai Headliner untuk acara ulang tahun Hard Rock Café Jakarta yang ke 19, konser Alice Cooper ini betul-betul berformat Birthday Party. Ada MC, ada tamu undangan, ada kursi VIP. Bagi anda-anda yang terbiasa nonton konser, ketika datang kevenue EX-Plaza ini pasti sedikit senyum melihat venue yang tidak biasanya, ada kursi-kursi berbaris rapi di sisi kanan, dan tenda-tenda dengan meja dan kursi . But, That's okay, it's birthday party anyway. Karena itu ada acara tiup lilin ditengah acara konser.

MC yang centil dengan gaya yang Hard Rockers banget cas cis cus  membuka acara dengan lugas. Ice breaking-nya cukup berhasil mengingat pada saat acara dibuka, jumlah penontonnya masih sedikit dan tamu undangannya juga baru beberapa gelintir.

Sebagai band pembuka, The Painkillers, band rock asuhan Abdee Slank ini menggebrak cukup kencang. Tashea, vokalis sekaligus gitaris The Painkillers cukup mengundang perhatian, selain “tongkrongannya” yang eyecatching dan fashionable, juga dengan olah vokal dan permainan gitarnya yang cukup ciamik. Sebagai info, gitaris lain dari The Painkillers ini adalah Arya yang merupakan gitaris Trash Line. Beberapa kali Tashea mencoba berkomunikasi dengan penonton untuk membangunkan semangat, tetap dengan bahasa cas cis cus juga.

AIRSAll Indonesia Rock Star (AIRS), menjadi giliran berikutnya. Tampil pertama adalah Dedengkot band Boomerang Roy Jeconiah disusul oleh Candil pentolan Serious Band. AIRS memang berisi rocker-rocker senior Indonesia seperti Roy Boomerang, Candil Serious, Abdee Slank, John Paul Ivan, Yuke Dewa dll. Pertunjukan mereka mengingatkan saya pada konser Paul Gilbert, John Paul Jones, Garry Cherone, Nuno Bettencourt dll pada saat show mereka dengan title “GUITAR WARS” untuk acara Hard Rock Café Jepang. Saling menunjukan skill mereka dari mulai vokal, gitar, bass dan juga drum. Cool! Ini yang disebut, kolaborasi Rockstar.

Setelah menunggu cukup lama, pada pukul 23.00 konser yang ditunggu pun hadir.  Tirai bergambar Alice Cooper turun dan, ta daa…..ternyata Alice Cooper sudah siap dengan semua peralatannya. Lagu pertama Black Widow membuka tirai raksasa tersebut. Jika perhatian sempat tersedot oleh aksi Alice yang teatrikal itu, sesaat kemudian, mata penonton mulai bergeser ke sisi kiri panggung. Yap, ada Orianthi Panagaris disana. Gitaris keturunan Yunani peraih award “Breakthrough Guitarist of the Year” 2010 ini tampil feminis walaupun melakukan shredding-shredding tajam. Rambut panjang dan blondie-nya terlihat seperti emas membuat dia sangat menonjol, besides, she's a girl and pretty of course.

Brutal Planet, I'm Eighteen dan Under My Wheels mulai membuat penonton bergairah. Yang hafal lagunya mulai ikutan nyumbang suara. Let see, dari atas panggung tentunya Alice Cooper dan kawan-kawan tahu jika penonton tidak terlalu banyak, tetapi, mereka memang professional dan sama sekali tidak kekurangan semangat. They are perfect!

Alice CooperJika sekarang, mungkin kalangan Underground akan melihat gaya Alice Cooper ini seperti band-band gothic yang bernuansa dark, teatrikal dan misterius. Hanya saja, gaya Alice Cooper sangat ol-skool (baca: kuno). Nuansa 70's dan 80's yang dia coba bangun pada konsernya untuk penonton yang lahir tahun 80-an atau 90-an tentu tidak mengena. Tetapi, Alice Cooper tanpa performance tentu malah jadi aneh. That's ok, toh Iron Maiden pun melakukannya dengan Eddie-nya. Mereka memang band lawas tentu tampil dengan gaya lawas juga.

Tidak kurang dari Boneka Frankenstein dan boneka pengantin menjadi bagian dari performance art Alice Cooper, bahkan ular phyton pun ikutan andil. Konser menggunakan ular ini seperti terdengar gaya 70-an karena dulu penggunaan ular sempat dikritik dan dilarang oleh asosiasi pecinta binatang. Sebagai info, tahun 1969 pada saat Alice Cooper konser di Toronto, terjadi insiden pembantaian terhadap seekor ayam. Bukan salah sang Rocker yang tidak tahu jika ayam tidak bias terbang, tetapi yang salah adalah penonton yang sudah terlanjur terbawa suasana satanic Alice Cooper sehingga ayam itu tercincang. Toh, kehadiran si Phyton ini cukup fenomenal dan membuat penonton terhibur. Yess! Kata mereka, ini baru konser Alice Cooper!

Alice CooperOrianthiOrianthi Alice Cooper

Sepanjang konser, penonton dimanjakan dengan pertunjukan The Beauty and The Beast, Orianthi dan Alice Cooper, dua manusia dari masa yang berbeda berkolaborasi dengan baik. Orianthi dengan gaya anak muda yang feminis terlihat sangat menguasai panggung dan mampu mengimbangi gaya Alice Cooper yang seram dengan Pedangnya. Gaya bermain gitar yang cantik dan terlihat sensual seolah menelan semua keseraman ikon-ikon Alice Cooper. Yap, Orianthi seperti malaikat cantik ditengah para setan. Dan inilah point utama pertunjukan itu dan inilah yang membuat konser ini semakin menarik.

Boleh dikatakan, konser seperti ini sangat langka bahkan tidak ada, bukan sebuah konser yang terbaik, tetapi konser ini sempurna!  Penonton yang mungkin hanya berjumlah ratusan itupun tersenyum puas ketika konser berakhir, karena Alice Cooper berhasil menyuguhkan sebuah pertunjukan yang memang diharapkan penggemar-penggemarnya. Salut untuk Hardrock Café Jakarta yang mau menyisihkan uangnya untuk mengundang band fenomenal Alice Cooper ke Jakarta!

Random Posts

vegabraveian 08 Oct, 2011


--
Source: http://dapurletter.com/mainpage/?p=9126
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar