dalban imzers

Selasa, 11 Oktober 2011

Opera Mini Mod 4.21.20020 Beta 11 Handler

Opera Mini Mod
Version: 4.21.20020
Build: 20111108 (Not the Latest Build)
Change Log: Read Change Log Here
Language: en-us
Translator: Priatama


opmod421b11 Handler UIScreenshot 4132178100811102011 162601
dzebb Notes: Sorry if I’m not able to add ”0 Navigation” yet, but everything you need is there. Pleas share the Link. Maraming Salamat po!

Download:
http://www.nextwap.net/load/file/1475/Opmod421b11hui202.html
Mirror:

dzebb (admin) 11 Oct, 2011


--
Source: http://www.ykhandler.com/opera-mini-mod-4-21-20020-handler.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

D-Not 7; Ga Pake Lama Menggetarkan Musik Rock

D-Not7 adalah band yang berasal dari Medan ( Sumatera Utara ) terbentuk 17 Nopember 2007 di Kuala Tanjung Asahan. Terjadi tanpa disengaja karena pertemuan yang tak terduga akhirnya melahirkan sebuah band yang serius keberadaan Tom Yeah sebagai orang yg paling dominan di D-Not7 adalah sebagai penata musik, gitaris, dan pencipta lagu juga pendiri dari band tersebut, Minor sebagai vocalis ikut memberi warna akan sound vocal yang unik dan berbeda.

Dengan mengalirnya waktu pun D-Not7 mendapat tempat di Falcon Music yang pada akhirnya di lengkapi dengan adanya Indra Cummie – Gitar, Aswin – Bas, dan Jambrong – Drum.

Dan baru saja band ini meluncurkan single “Ga Pake Lama” merupakan dari  album perdana perdana milik D-Not 7 yang baru saja rilis sekaligus gebrakan berani dari Falcon Music dengan menyajikan musik Rock saat ini.(Red)

Random Posts

aziz 11 Oct, 2011


--
Source: http://dapurletter.com/mainpage/?p=9158
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Senin, 10 Oktober 2011

Flag Of Hate; Eksplorasi Musik Gothic yang Tak Lazim

Flag Of Hate adalah band gothic metal dari Jakarta Selatan yang dibentuk pada Maret 2006. Formasi awalnya, Wild (the beast growl / scream), Adie (the rhythm 6 string), C'dick (the low 4 strings) dan Popo (the beat), bergenre dark / nu metal. Namun beberapa bulan kemudian, karena merasa kurang puas dengan sound yang mereka hasilkan maka mereka merekrut Mizthree (the keys / female voice) untuk menambah elemen sound synthesizer, piano dan string serta efek-efek aneh serta Thobenk (the lead 6 strings) untuk menambahkan elemen melodi. Dengan formasi ini, Flag Of Hate berhasil memenangkan beberapa penghargaan festival band di Jakarta.

Pada akhir tahun 2007, Thobenk  memutuskan untuk keluar dari band demi kesibukan kuliah. Posisi gitar diambil alih oleh Popo dan gitar digantikan oleh Jeppy (Compatriots). Dampaknya musik Flag Of Hate terdengar lebih cepat mengikuti permainan bass drum Jeppy. Flag Of Hate lalu berganti genre menjadi gothic metal dengan pengaruh dari Nightwish, Cradle Of Filth, Abigail Williams, Moonspell, Evanescence, Within Temptation, dll.

Dengan berkembangnya pengalaman setiap personil, karya-karya terbaik Flag Of Hate dihasilkan, semacam Tale From The Dark Side, Eternal Madness, Diantara Kegelapan serta beberapa lagu lain. Formasi ini membawa Flag Of Hate mencapai 100 besar band "LA Lights Indiefest" regional Jakarta. Setelah berkelana dari panggung ke panggung di seputar Jakarta dan Depok, Flag Of Hate juga tampil dalam event 'A Mild Live Wanted' di Bogor.

Perjuangan Flag Of Hate belum jua berhenti, pada pertengahan tahun 2009, posisi Popo digantikan oleh Teke' (Forgen) yang membuat musik mereka terasa lebih berkarakter dengan eksplorasi yang tidak lazim dan dengan skill yang lebih baik pula. Mereka memasukkan sound piano yang gelap, string gothic yang suram serta elemen orkestra yang megah dan suara vokal wanita digabungkan dengan raungan vocal pria yang penuh amarah, kebencian, aroma kematian yang membakar atmosfer dingin musik mereka ditandingi oleh sound gitar tebal bertempo tinggi dengan potongan melodi yang berkarakter dan berkualitas.

Setelah mengalami beberapa kali gonta-ganti personil, posisi C'dick pun mengalami perubahan pula. Pengunduran dirinya menyebabkan Dodid (Friendz) sementara ini menggantikan posisinya. Flag Of Hate bertekad untuk terus menyemarakkan scene indie underground Indonesia!

Line Up :
- Wild (The Beast Growl/Scream)
- Adie (The Rhythm 6 Strings)
- Mizthree (The Keys/Female Voice)
- Jeppy (The Beat)
- Teke’ (The Lead 6 Strings)
- Dodid (The Low 4 Strings)

Web:

Postingan Terkait

aziz 10 Oct, 2011


--
Source: http://dapurletter.com/mainpage/?p=9154
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Sabtu, 08 Oktober 2011

Alice Cooper Tour: Terror in the Cafe

ALICE COOPER TOUR TERROR – No More Mr Nice Guy
Hari / Tanggal  : Jumat/ 7 Oktober 2011
Band : The Painkillers, AIRS dan Alice Cooper
Liputan / Foto: Antoni DW

Alice Cooper Tour TerrorSebelum kita me-review konser Alice Cooper di EX-Plaza Open Space pada 7 oktober 2011 lalu, sebaiknya kita kenalan dulu dengan tokoh satu ini.

Dilahirkan dengan nama Vincent Damon Furnier di Detroit, Alice dikenal sebagai penulis lagu, Rocker dan juga seorang musisi yang sudah berkiprah lebih dari 4 dekade. Wow! Berapa banyak musisi yang sanggup eksis hingga selama itu? Bisa dihitung dengan jari. Jadi sekarang tahu kan kalau Alice Cooper adalah nama Band yang diadopsi dari nama vokalisnya? Sip kalau begitu. Sekarang, kita masuk keacaranya.

Diundang sebagai Headliner untuk acara ulang tahun Hard Rock Café Jakarta yang ke 19, konser Alice Cooper ini betul-betul berformat Birthday Party. Ada MC, ada tamu undangan, ada kursi VIP. Bagi anda-anda yang terbiasa nonton konser, ketika datang kevenue EX-Plaza ini pasti sedikit senyum melihat venue yang tidak biasanya, ada kursi-kursi berbaris rapi di sisi kanan, dan tenda-tenda dengan meja dan kursi . But, That's okay, it's birthday party anyway. Karena itu ada acara tiup lilin ditengah acara konser.

MC yang centil dengan gaya yang Hard Rockers banget cas cis cus  membuka acara dengan lugas. Ice breaking-nya cukup berhasil mengingat pada saat acara dibuka, jumlah penontonnya masih sedikit dan tamu undangannya juga baru beberapa gelintir.

Sebagai band pembuka, The Painkillers, band rock asuhan Abdee Slank ini menggebrak cukup kencang. Tashea, vokalis sekaligus gitaris The Painkillers cukup mengundang perhatian, selain “tongkrongannya” yang eyecatching dan fashionable, juga dengan olah vokal dan permainan gitarnya yang cukup ciamik. Sebagai info, gitaris lain dari The Painkillers ini adalah Arya yang merupakan gitaris Trash Line. Beberapa kali Tashea mencoba berkomunikasi dengan penonton untuk membangunkan semangat, tetap dengan bahasa cas cis cus juga.

AIRSAll Indonesia Rock Star (AIRS), menjadi giliran berikutnya. Tampil pertama adalah Dedengkot band Boomerang Roy Jeconiah disusul oleh Candil pentolan Serious Band. AIRS memang berisi rocker-rocker senior Indonesia seperti Roy Boomerang, Candil Serious, Abdee Slank, John Paul Ivan, Yuke Dewa dll. Pertunjukan mereka mengingatkan saya pada konser Paul Gilbert, John Paul Jones, Garry Cherone, Nuno Bettencourt dll pada saat show mereka dengan title “GUITAR WARS” untuk acara Hard Rock Café Jepang. Saling menunjukan skill mereka dari mulai vokal, gitar, bass dan juga drum. Cool! Ini yang disebut, kolaborasi Rockstar.

Setelah menunggu cukup lama, pada pukul 23.00 konser yang ditunggu pun hadir.  Tirai bergambar Alice Cooper turun dan, ta daa…..ternyata Alice Cooper sudah siap dengan semua peralatannya. Lagu pertama Black Widow membuka tirai raksasa tersebut. Jika perhatian sempat tersedot oleh aksi Alice yang teatrikal itu, sesaat kemudian, mata penonton mulai bergeser ke sisi kiri panggung. Yap, ada Orianthi Panagaris disana. Gitaris keturunan Yunani peraih award “Breakthrough Guitarist of the Year” 2010 ini tampil feminis walaupun melakukan shredding-shredding tajam. Rambut panjang dan blondie-nya terlihat seperti emas membuat dia sangat menonjol, besides, she's a girl and pretty of course.

Brutal Planet, I'm Eighteen dan Under My Wheels mulai membuat penonton bergairah. Yang hafal lagunya mulai ikutan nyumbang suara. Let see, dari atas panggung tentunya Alice Cooper dan kawan-kawan tahu jika penonton tidak terlalu banyak, tetapi, mereka memang professional dan sama sekali tidak kekurangan semangat. They are perfect!

Alice CooperJika sekarang, mungkin kalangan Underground akan melihat gaya Alice Cooper ini seperti band-band gothic yang bernuansa dark, teatrikal dan misterius. Hanya saja, gaya Alice Cooper sangat ol-skool (baca: kuno). Nuansa 70's dan 80's yang dia coba bangun pada konsernya untuk penonton yang lahir tahun 80-an atau 90-an tentu tidak mengena. Tetapi, Alice Cooper tanpa performance tentu malah jadi aneh. That's ok, toh Iron Maiden pun melakukannya dengan Eddie-nya. Mereka memang band lawas tentu tampil dengan gaya lawas juga.

Tidak kurang dari Boneka Frankenstein dan boneka pengantin menjadi bagian dari performance art Alice Cooper, bahkan ular phyton pun ikutan andil. Konser menggunakan ular ini seperti terdengar gaya 70-an karena dulu penggunaan ular sempat dikritik dan dilarang oleh asosiasi pecinta binatang. Sebagai info, tahun 1969 pada saat Alice Cooper konser di Toronto, terjadi insiden pembantaian terhadap seekor ayam. Bukan salah sang Rocker yang tidak tahu jika ayam tidak bias terbang, tetapi yang salah adalah penonton yang sudah terlanjur terbawa suasana satanic Alice Cooper sehingga ayam itu tercincang. Toh, kehadiran si Phyton ini cukup fenomenal dan membuat penonton terhibur. Yess! Kata mereka, ini baru konser Alice Cooper!

Alice CooperOrianthiOrianthi Alice Cooper

Sepanjang konser, penonton dimanjakan dengan pertunjukan The Beauty and The Beast, Orianthi dan Alice Cooper, dua manusia dari masa yang berbeda berkolaborasi dengan baik. Orianthi dengan gaya anak muda yang feminis terlihat sangat menguasai panggung dan mampu mengimbangi gaya Alice Cooper yang seram dengan Pedangnya. Gaya bermain gitar yang cantik dan terlihat sensual seolah menelan semua keseraman ikon-ikon Alice Cooper. Yap, Orianthi seperti malaikat cantik ditengah para setan. Dan inilah point utama pertunjukan itu dan inilah yang membuat konser ini semakin menarik.

Boleh dikatakan, konser seperti ini sangat langka bahkan tidak ada, bukan sebuah konser yang terbaik, tetapi konser ini sempurna!  Penonton yang mungkin hanya berjumlah ratusan itupun tersenyum puas ketika konser berakhir, karena Alice Cooper berhasil menyuguhkan sebuah pertunjukan yang memang diharapkan penggemar-penggemarnya. Salut untuk Hardrock Café Jakarta yang mau menyisihkan uangnya untuk mengundang band fenomenal Alice Cooper ke Jakarta!

Random Posts

vegabraveian 08 Oct, 2011


--
Source: http://dapurletter.com/mainpage/?p=9126
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com